Polda Jabar Terapkan One Way Sepenggal Urai Macet di Nagreg

radarjawa – Polda Jawa Barat secara resmi mulai memberlakukan sistem rekayasa lalu lintas berupa “one way” sepenggal di kawasan lingkar Nagreg guna mengurai kepadatan volume kendaraan yang terus meningkat. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap antrean panjang yang mulai mengular di titik-titik krusial menuju arah timur. Berbeda dengan satu arah permanen, sistem sepenggal ini diterapkan secara situasional tergantung pada beban kepadatan di lapangan, sehingga arus dari arah berlawanan tidak sepenuhnya terputus dalam waktu yang lama.
Beberapa poin teknis mengenai implementasi sistem one way sepenggal di jalur Nagreg meliputi:
- Penentuan Titik Kritis: Fokus utama penerapan berada di area pertemuan arus setelah lingkar Nagreg hingga wilayah perbatasan, di mana sering terjadi penyempitan jalur atau bottle neck.
- Koordinasi Petugas Lapangan: Penempatan personel di setiap persimpangan kecil guna memastikan kendaraan yang keluar dari pemukiman warga tetap aman saat sistem satu arah sedang diberlakukan.
- Durasi Waktu yang Fleksibel: Sistem ini hanya dijalankan selama 30 hingga 60 menit untuk menarik arus kendaraan yang terjebak macet, kemudian lalu lintas dikembalikan menjadi dua arah setelah beban kendaraan melandai.
- Sosialisasi melalui Pengeras Suara dan Media: Petugas secara aktif memberikan informasi kepada pengemudi mengenai durasi penutupan sementara agar para pengendara dapat mengantisipasi waktu perjalanan mereka.
Kepolisian menjelaskan bahwa jalur Nagreg tetap menjadi perhatian utama karena topografinya yang berbukit dan memiliki tikungan tajam, sehingga kepadatan sekecil apa pun dapat berdampak pada keselamatan berkendara. Penggunaan sistem sepenggal dinilai lebih efektif untuk menjaga ritme pergerakan kendaraan tanpa mengorbankan akses warga lokal secara total. Masyarakat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak melakukan manuver berbahaya saat antrean sedang berlangsung.
Evaluasi terhadap efektivitas rekayasa ini terus dilakukan setiap beberapa jam sekali. Jika volume kendaraan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya dan Garut terus menunjukkan tren kenaikan, maka frekuensi pemberlakuan one way sepenggal akan ditingkatkan. Polda Jabar berkomitmen untuk memastikan kelancaran arus transportasi di jalur selatan ini tetap terjaga, terutama saat memasuki jam-jam sibuk di mana pergerakan masyarakat mencapai puncaknya.
