Kecelakaan Maut Tol Cipularang, Kernet Truk Tewas
Kecelakaan Maut Terjadi di Tol Cipularang
Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di ruas Tol Cipularang KM 98.400, wilayah Darangdan, Purwakarta, pada Selasa pagi. Insiden ini melibatkan dua kendaraan besar, yakni sebuah truk tronton dan light truk, yang sama-sama melaju dari arah Jakarta menuju Bandung.
Akibat kecelakaan tersebut, seorang kernet truk dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang kecelakaan fatal di ruas Tol Cipularang yang dikenal memiliki kontur jalan menurun dan tikungan panjang.
Light Truk Alami Overheat di Bahu Jalan
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan bermula saat light truk bernomor polisi F 8615 TP mengalami kendala teknis. Kendaraan tersebut diduga mengalami mesin panas atau overheat ketika melintas di KM 98.400.
Pengemudi light truk kemudian memutuskan untuk menghentikan laju kendaraannya dan menepi ke bahu jalan tol. Keputusan tersebut diambil untuk mencegah kerusakan mesin yang lebih parah serta menghindari potensi kecelakaan akibat kendaraan mogok di lajur utama.
Namun, berhentinya kendaraan di bahu jalan justru berujung petaka ketika sebuah truk tronton datang dari arah belakang dengan kecepatan cukup tinggi.
Truk Tronton Tabrak dari Belakang
Tak berselang lama setelah light truk berhenti, truk tronton bernomor polisi F 8364 MB melaju di jalur yang sama. Diduga, sopir truk tronton kurang mengantisipasi jarak aman serta kecepatan kendaraan di depannya.
Akibatnya, truk tronton tersebut langsung menghantam bagian belakang light truk yang sedang berhenti di bahu jalan. Benturan keras tak terhindarkan dan menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang light truk.
Petugas menduga faktor kelalaian pengemudi truk tronton menjadi penyebab utama kecelakaan. Namun demikian, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Kernet Tewas di Lokasi Kejadian
Dalam peristiwa tragis itu, seorang kernet light truk bernama Samsudin (51) menjadi korban jiwa. Korban diketahui merupakan warga Cikakak.
Saat kejadian, korban berada di bagian belakang kiri kendaraan. Ketika truk tronton menabrak light truk, korban ikut tertabrak dan mengalami luka parah di sejumlah bagian tubuh.
Petugas medis yang datang ke lokasi menyatakan korban meninggal dunia di tempat akibat luka berat yang dialami. Sementara itu, pengemudi light truk dan sopir truk tronton dilaporkan selamat, meski sempat mengalami syok.
Evakuasi Dilakukan oleh Petugas Gabungan
Usai kecelakaan terjadi, petugas dari Jasa Marga bersama Polisi PJR Tol Cipularang segera menuju lokasi kejadian.
Evakuasi dilakukan untuk menyingkirkan kendaraan yang terlibat kecelakaan serta mengamankan area agar tidak terjadi kecelakaan susulan. Proses evakuasi sempat menyebabkan perlambatan arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Bandung.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Abdul Radjak Purwakarta untuk penanganan lebih lanjut dan proses identifikasi.
Lalu Lintas Sempat Tersendat
Kecelakaan tersebut menyebabkan arus lalu lintas di Tol Cipularang sempat tersendat. Antrean kendaraan terlihat mengular di sekitar lokasi kejadian, terutama pada jam-jam awal aktivitas pagi.
Petugas PJR melakukan pengaturan lalu lintas dengan membuka jalur secara bertahap agar kendaraan dapat kembali melintas dengan aman. Setelah proses evakuasi selesai, arus lalu lintas berangsur normal.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan maut tersebut. Pemeriksaan terhadap sopir truk tronton, saksi di lokasi, serta kondisi kendaraan dilakukan untuk memastikan kronologi dan penyebab kecelakaan secara pasti.
Polisi juga mengingatkan bahwa berhenti di bahu jalan tol memiliki risiko tinggi, terutama di ruas tol dengan volume kendaraan berat yang tinggi seperti Tol Cipularang.
Imbauan Keselamatan bagi Pengguna Tol
Kepolisian dan pengelola jalan tol kembali mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan berat, agar selalu menjaga jarak aman dan mengurangi kecepatan, terutama saat melintasi jalur rawan kecelakaan.
Pengemudi juga diminta untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh. Apabila terjadi kendala teknis, pengemudi diimbau segera memasang rambu pengaman dan menghubungi petugas tol.
Tol Cipularang Kembali Jadi Sorotan
Insiden ini kembali menyoroti tingkat kerawanan kecelakaan di Tol Cipularang. Dengan kontur jalan menurun dan dominasi kendaraan berat, ruas tol ini kerap menjadi lokasi kecelakaan fatal.
Pihak berwenang berharap dengan peningkatan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, angka kecelakaan di Tol Cipularang dapat ditekan dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.
Baca juga : Kapolda Jabar Larang Kembang Api, Ajak Doa Bersama
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : bengkelpintar

