Khofifah Sebut Sinergi Jadi Kunci Sukses Jatim
Khofifah Sebut Sinergi Jadi Kunci Sukses Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak lahir dari kerja satu pihak saja. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat menjadi fondasi utama yang mendorong Jawa Timur mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi, kemajuan pendidikan, dan ketahanan sektor strategis.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pembangunan modern membutuhkan kolaborasi luas, bukan sekadar kebijakan administratif. Dalam konteks Jawa Timur, pendekatan sinergi tersebut disebut menjadi salah satu alasan mengapa provinsi ini mampu mencatat capaian yang menonjol dibanding wilayah lain di Pulau Jawa.
Pertumbuhan Ekonomi Jatim Tertinggi di Pulau Jawa
Pada Triwulan I 2026, Jawa Timur mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,96 persen secara tahunan (year on year). Angka ini menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa, bahkan melampaui rata-rata nasional.
Capaian ini penting karena Jawa Timur merupakan salah satu pusat ekonomi nasional dengan struktur ekonomi besar dan kompleks. Menjaga pertumbuhan tinggi di wilayah sebesar ini menunjukkan adanya koordinasi yang relatif kuat antar sektor.
Beberapa penopang utama ekonomi Jawa Timur meliputi:
- Industri pengolahan
- Perdagangan
- Pertanian
- Sektor jasa dan lainnya
Komposisi ini menunjukkan bahwa ekonomi Jawa Timur tidak hanya bertumpu pada satu sektor, tetapi memiliki struktur yang cukup beragam.
Industri, Perdagangan, dan Pertanian Jadi Pilar Utama
Khofifah menjelaskan bahwa industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan porsi lebih dari 31 persen. Ini menunjukkan peran kuat sektor manufaktur dan pengolahan dalam menopang ekonomi daerah.
Sementara itu:
Perdagangan
Menjadi motor distribusi dan konsumsi masyarakat.
Pertanian
Berperan besar dalam ketahanan pangan sekaligus penyerapan tenaga kerja.
Dengan pertanian menyerap jutaan pekerja, sektor ini tidak hanya penting secara ekonomi, tetapi juga sosial karena berkaitan langsung dengan stabilitas masyarakat desa.
Pendidikan Jadi Kekuatan Jangka Panjang
Selain ekonomi, Jawa Timur juga mencatat prestasi penting di bidang pendidikan. Selama tujuh tahun berturut-turut, provinsi ini menjadi wilayah dengan jumlah siswa SMA, SMK, dan MA terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi tanpa tes.
Prestasi ini menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi.
Faktor penting di balik capaian ini kemungkinan mencakup:
- Kualitas sekolah
- Akses pendidikan
- Pembinaan prestasi
- Peran keluarga
- Dukungan pesantren dan lembaga pendidikan
Pesantren dan Perguruan Tinggi Punya Peran Strategis
Khofifah secara khusus menekankan pentingnya pesantren dan perguruan tinggi sebagai bagian dari ekosistem pembangunan Jawa Timur.
Ini menarik karena menunjukkan pendekatan pembangunan yang tidak hanya bertumpu pada birokrasi formal, tetapi juga melibatkan institusi sosial dan pendidikan berbasis masyarakat.
Pesantren di Jawa Timur memiliki pengaruh besar dalam:
Pendidikan karakter
Penguatan moral
Mobilitas sosial
Pemberdayaan ekonomi
Sinergi Jadi Model Pembangunan Kolektif
Pernyataan “tidak mungkin sukses sendirian” menggambarkan model pembangunan kolaboratif yang semakin relevan di era modern.
Dalam praktiknya, sinergi berarti:
- Pemerintah membuat kebijakan
- Dunia usaha membuka lapangan kerja
- Kampus mencetak inovasi
- Pesantren membangun karakter
- Masyarakat menjadi pelaku utama
Jika semua berjalan searah, dampaknya jauh lebih besar dibanding kerja parsial.
Tantangan Tetap Ada
Meski capaian Jawa Timur cukup kuat, tantangan pembangunan tentu tidak hilang begitu saja.
Beberapa isu yang perlu terus dijaga:
Pemerataan antarwilayah
Kesenjangan desa-kota
Daya saing global
Stabilitas pangan
Kualitas tenaga kerja
Pertumbuhan tinggi perlu dibarengi distribusi manfaat yang merata agar pembangunan benar-benar inklusif.
Ketahanan Pangan Jadi Faktor Penting
Dengan sektor pertanian yang masih besar, Jawa Timur juga memegang posisi penting dalam mendukung kebutuhan pangan nasional.
Di tengah tekanan global seperti:
- Perubahan iklim
- Gangguan logistik
- Fluktuasi harga
Ketahanan pangan daerah menjadi semakin strategis.
Pembangunan Butuh Konsistensi
Capaian ekonomi dan pendidikan tidak cukup hanya diraih sesaat. Konsistensi kebijakan, keberlanjutan investasi SDM, dan stabilitas kolaborasi menjadi penentu apakah tren positif ini bisa bertahan.
Karena itu, sinergi yang disebut Khofifah bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi mekanisme kerja jangka panjang.
Kesimpulan
Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan Jawa Timur lahir dari kekuatan kolaborasi lintas sektor. Pertumbuhan ekonomi tinggi, prestasi pendidikan nasional, dan kekuatan pertanian disebut sebagai hasil sinergi yang dibangun bersama.
Model ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah paling efektif terjadi ketika:
Pemerintah + Dunia Usaha + Pendidikan + Pesantren + Masyarakat
bergerak dalam arah yang sama.
Di tengah tantangan nasional dan global, pendekatan sinergi seperti ini menjadi fondasi penting agar Jawa Timur tidak hanya tumbuh cepat, tetapi juga tumbuh kuat dan berkelanjutan.
Baca Juga : SIF UMS Perkuat Riset Mahasiswa Lewat Diskusi Ilmiah
Cek Juga Artikel Dari Platform : bengkelpintar

