Jawa Tengah Raih Runner Up di Popnas dan Peparpenas, Bukti Konsistensi Prestasi Olahraga Pelajar
radarjawa.web.id Provinsi Jawa Tengah kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Dalam dua ajang olahraga pelajar terbesar, yakni Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) XI, Jawa Tengah berhasil menyabet posisi runner up secara nasional.
Dalam Popnas, kontingen Jawa Tengah mengumpulkan 153 medali yang terdiri atas 58 emas, 39 perak, dan 56 perunggu. Sementara di Peparpenas, Jawa Tengah menorehkan 17 emas, 17 perak, dan 10 perunggu, dengan total 51 medali.
Pencapaian ini menegaskan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan pembinaan olahraga pelajar terbaik di Indonesia.
Kemenangan yang Menginspirasi Pelajar Jawa Tengah
Hasil yang diraih kontingen Jawa Tengah di kedua ajang ini menjadi kebanggaan tersendiri. Popnas dan Peparpenas bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan sportivitas bagi pelajar di seluruh Indonesia.
DKI Jakarta berhasil menjadi juara umum Popnas, sementara Jawa Tengah berada di posisi kedua, disusul Jawa Timur. Di ajang Peparpenas, Jawa Barat menduduki peringkat pertama, dengan Jawa Tengah kembali menempati posisi kedua.
Prestasi tersebut dianggap sangat signifikan karena menunjukkan konsistensi dan daya saing tinggi atlet-atlet muda asal Jawa Tengah di berbagai cabang olahraga.
Apresiasi dari Kepala Disporapar Jawa Tengah
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian luar biasa ini. Ia menilai hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, dan disiplin para atlet, pelatih, serta ofisial.
“Kami bersyukur Jawa Tengah berhasil menduduki posisi runner up di dua ajang nasional ini. Semua berkat kerja keras seluruh tim yang membawa nama baik provinsi,” ujarnya.
Masrofi juga mengingatkan agar keberhasilan ini tidak membuat tim cepat puas. Menurutnya, prestasi harus dijaga dengan latihan yang konsisten dan evaluasi berkelanjutan. “Hasil ini bukan akhir. Kita harus terus berbenah agar ke depan bisa menjadi juara umum,” tegasnya.
Ribuan Atlet Tunjukkan Semangat Juang Tinggi
Tahun ini, Jawa Tengah memberangkatkan 429 orang dalam kontingen Popnas. Rinciannya, 339 atlet pelajar, 70 pelatih, dan 20 ofisial yang berkompetisi di 23 cabang olahraga.
Sementara itu, kontingen Peparpenas berjumlah 70 orang, terdiri dari 50 atlet paralimpik pelajar, 10 pelatih, dan 10 ofisial yang turun di empat cabang olahraga.
Performa gemilang Jawa Tengah ini menjadi peningkatan signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya, ketika provinsi ini hanya menempati posisi keempat di Popnas. Kini, mereka berhasil naik dua peringkat ke posisi dua besar nasional.
“Peningkatan dua peringkat ini merupakan pencapaian besar. Ini bukti kerja keras pelatih dan semangat juang para atlet,” ujar Masrofi.
Kisah Para Peraih Medali Emas
Salah satu atlet kebanggaan Jawa Tengah adalah Muhammad Nasrulloh, dari cabang olahraga bulu tangkis. Ia sukses mempersembahkan dua medali emas, masing-masing dari nomor perorangan dan beregu.
Ditemui setelah pertandingan, Nasrul mengungkapkan rasa bahagianya. “Alhamdulillah, saya bangga bisa membawa nama Jawa Tengah. Semua hasil latihan akhirnya terbayar lunas,” ujarnya dengan penuh semangat.
Di cabang sepak takraw, atlet Muhammad Noval dan timnya juga tampil luar biasa. Mereka berhasil membawa pulang dua medali emas, satu perak, dan dua perunggu. “Kami menargetkan juara umum sejak awal. Lawan terberat kami kemarin dari Sulawesi Selatan, tapi kami bisa mengatasinya,” kata Noval.
Dari cabang tenis meja, Citra Rasmi menjadi bintang lapangan dengan meraih tiga medali emas dari nomor regu putri, ganda putri, dan tunggal putri. Ia mengaku sudah menargetkan kemenangan sejak awal kompetisi. “Bangga sekali bisa mewujudkan target pribadi sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah di klasemen akhir,” katanya.
Pembinaan Atlet Muda Terus Ditingkatkan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan atlet muda. Disporapar akan mengembangkan sistem pelatihan terpadu berbasis sport science, nutrisi, dan psikologi olahraga agar prestasi pelajar semakin meningkat.
Masrofi mengatakan, pembinaan berkelanjutan adalah kunci agar Jawa Tengah bisa menjadi provinsi juara umum di ajang berikutnya. “Kita akan evaluasi program latihan, termasuk memperluas jangkauan pencarian bakat ke sekolah-sekolah dan daerah-daerah terpencil,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dan dunia pendidikan dalam membentuk karakter atlet muda yang disiplin dan bermental juara.
Dampak Positif bagi Dunia Olahraga Daerah
Keberhasilan kontingen Jawa Tengah di Popnas dan Peparpenas turut memacu semangat pelajar di daerah lain. Banyak sekolah kini mulai menghidupkan kembali kegiatan ekstrakurikuler olahraga setelah melihat potensi besar di bidang ini.
Selain meningkatkan prestasi, olahraga pelajar juga dianggap sebagai wadah pembentukan karakter, sportivitas, dan solidaritas antar daerah. “Prestasi ini milik seluruh masyarakat Jawa Tengah. Kami berharap semangat juang para atlet bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya,” ujar Masrofi.
Kesimpulan: Momentum Kebangkitan Olahraga Pelajar Jateng
Capaian runner up di Popnas dan Peparpenas menjadi bukti nyata bahwa Jawa Tengah sedang berada di jalur kebangkitan olahraga pelajar nasional. Peningkatan signifikan jumlah medali dan posisi klasemen menunjukkan hasil nyata dari pembinaan yang berkesinambungan.
Dengan strategi pelatihan yang modern, dukungan pemerintah, serta semangat juang atlet muda yang tak kenal lelah, Jawa Tengah berpeluang besar menjadi provinsi juara umum di masa mendatang.
Prestasi ini bukan hanya tentang medali, melainkan tentang semangat juang, kebersamaan, dan kebanggaan menjadi bagian dari Jawa Tengah — provinsi yang terus menorehkan sejarah di dunia olahraga pelajar Indonesia.

Cek Juga Artikel Dari Platform revisednews.com
