DPRD Kalsel Pelajari Pola Jawa Timur Tarik Investor
radarjawa – DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kajian untuk mempelajari strategi Jawa Timur dalam menarik investor. Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan investasi di provinsi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Tujuan Kajian
Ketua DPRD Kalsel, H. Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa kajian ini bertujuan menyesuaikan strategi pembangunan ekonomi daerah dengan praktik terbaik yang diterapkan Jawa Timur. Provinsi tersebut dikenal berhasil menarik investasi, baik domestik maupun asing, melalui kebijakan pro-bisnis dan kemudahan perizinan.
“Kami ingin memahami apa yang membuat Jawa Timur sukses, termasuk insentif, regulasi, dan sinergi antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha. Hasil kajian ini akan dijadikan referensi bagi Kalsel agar investasi lebih cepat masuk dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar H. Ahmad Fauzi, Selasa (27/8).
Strategi Jawa Timur yang Dipelajari
Beberapa strategi yang menjadi fokus DPRD Kalsel antara lain:
- Kemudahan perizinan investasi – Proses cepat dan transparan agar investor tidak terkendala birokrasi.
- Insentif fiskal dan non-fiskal – Pajak, tarif listrik, dan kemudahan lahan bagi perusahaan yang menanamkan modal.
- Penguatan infrastruktur – Akses transportasi, pelabuhan, dan fasilitas logistik untuk mendukung operasional bisnis.
- Kolaborasi pemerintah dan swasta – Sinergi untuk menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif.
Dampak Potensial bagi Kalsel
Jika diterapkan dengan baik, strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat investor, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat sektor ekonomi unggulan Kalsel seperti pertambangan, perkebunan, dan industri hilir.
Anggota DPRD Kalsel, Rina Wahyuni, menambahkan bahwa pemahaman pola Jawa Timur juga membantu pemerintah daerah menyiapkan regulasi dan kebijakan yang mendukung pertumbuhan investasi.
“Setiap kebijakan yang dibuat harus berpihak pada investor sekaligus menjaga kepentingan masyarakat. Jadi, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga tetap menjadi prioritas,” kata Rina.
Tantangan yang Dihadapi
Kalsel memiliki tantangan tersendiri, mulai dari keterbatasan infrastruktur di beberapa wilayah, regulasi yang kompleks, hingga kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten. DPRD menekankan bahwa adaptasi strategi harus disesuaikan dengan karakteristik daerah agar implementasinya efektif.
Harapan DPRD Kalsel
DPRD berharap kajian ini menjadi pijakan bagi pemerintah provinsi untuk:
- Menyusun paket kebijakan investasi yang lebih atraktif.
- Meningkatkan koordinasi antar-instansi pemerintah.
- Memperkuat promosi daerah di tingkat nasional dan internasional.
“Dengan strategi yang tepat, Kalsel bisa menjadi tujuan investasi yang menarik dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tegas H. Ahmad Fauzi.
Kesimpulan
DPRD Kalsel menilai pembelajaran dari Jawa Timur penting untuk meningkatkan daya tarik investasi di provinsi. Dengan adaptasi strategi perizinan, insentif, infrastruktur, dan kolaborasi pemerintah-swasta, Kalsel diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Kajian ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan ekosistem bisnis yang kondusif bagi investor sekaligus mensejahterakan masyarakat lokal.

