SERA MIJEL SAE Serua Kumpulkan 1.000 Liter Jelantah
Program SERA MIJEL SAE (Sembako Rakyat Minyak Jelantah Sampah Ekonomis) yang digagas oleh TP-PKK Kota Depok kembali menunjukkan dampak nyata di tingkat masyarakat. Dalam kurun waktu sekitar 15 hari, seluruh Rukun Warga (RW) di Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, berhasil mengumpulkan lebih dari 1.000 liter minyak jelantah dari partisipasi aktif warga.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan limbah rumah tangga berbasis kesadaran kolektif dapat berjalan efektif apabila didukung oleh sistem yang jelas serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Program ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.
Aksi Simbolis dan Dukungan Pemerintah Daerah
Pengumpulan minyak jelantah tersebut ditandai dengan kegiatan simbolis menuangkan minyak jelantah yang dilakukan Chandra Rahmansyah, Wakil Wali Kota Depok, bersama Camat Bojongsari Suryana Yusup dan Lurah Serua Yanti Heryanti. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Serua pada Selasa (23/12/2025) siang dan dihadiri perwakilan RW, kader PKK, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Chandra Rahmansyah menegaskan bahwa program SERA MIJEL SAE merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap isu lingkungan hidup yang semakin kompleks. Menurutnya, perubahan iklim yang kian terasa tidak bisa dilepaskan dari perilaku manusia dalam mengelola limbah, termasuk limbah domestik seperti minyak jelantah.
“Melalui program ini, kami mengajak masyarakat untuk memiliki kesadaran bersama agar tidak lagi membuang limbah domestik, khususnya minyak jelantah, ke lingkungan,” ujarnya.
Minyak Jelantah: Limbah Kecil, Dampak Besar
Minyak jelantah kerap dianggap sebagai limbah sepele di rumah tangga. Padahal, jika dibuang sembarangan ke saluran air atau tanah, minyak bekas ini dapat menimbulkan pencemaran serius. Minyak jelantah dapat menyumbat saluran drainase, mencemari tanah, serta mengganggu kualitas air tanah dan sungai.
Chandra menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama program ini adalah mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah. Minyak jelantah tidak lagi diperlakukan sebagai sampah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai guna.
“Minyak jelantah yang terkumpul nantinya ditukar dengan minyak bersih dan diserahkan kepada pengelola, salah satunya Greenia, untuk diolah. Manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Dengan sistem penukaran ini, warga tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh manfaat langsung berupa minyak bersih atau insentif lainnya.
Partisipasi Warga Jadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan pengumpulan lebih dari 1.000 liter minyak jelantah dalam waktu singkat tidak lepas dari tingginya partisipasi warga Kelurahan Serua. Seluruh RW terlibat aktif, mulai dari sosialisasi di tingkat lingkungan, pengumpulan di rumah-rumah warga, hingga pengiriman ke titik penampungan kelurahan.
Chandra menilai antusiasme ini sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
“Ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab,” ucapnya.
Selain itu, peran kader PKK dan pengurus RW dinilai sangat strategis dalam menggerakkan warga. Melalui pendekatan persuasif dan edukatif, masyarakat diajak memahami dampak jangka panjang dari kebiasaan membuang minyak jelantah sembarangan.
Program Berkelanjutan Sejak Mei 2025
Sebagai informasi, program SERA MIJEL SAE telah digulirkan oleh TP-PKK Kota Depok sejak Mei 2025. Program ini terus dikembangkan di berbagai kelurahan sebagai bagian dari upaya sistematis mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi berbasis pengelolaan sampah.
Konsep utama SERA MIJEL SAE adalah menghubungkan pengelolaan limbah dengan kebutuhan dasar masyarakat. Melalui skema penukaran minyak jelantah dengan sembako atau minyak bersih, program ini mendorong perubahan perilaku tanpa memberatkan warga.
Dalam jangka panjang, pemerintah Kota Depok berharap program ini dapat membentuk ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, di mana masyarakat tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga subjek aktif perubahan.
Dorongan untuk Replikasi di Wilayah Lain
Keberhasilan Kelurahan Serua diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Depok maupun daerah lain. Dengan model kolaborasi yang relatif sederhana namun efektif, program ini dinilai mudah direplikasi sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.
Chandra Rahmansyah menegaskan bahwa tantangan lingkungan tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kesadaran kolektif dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci. Jika kesadaran ini terus tumbuh, kita tidak hanya menjaga lingkungan hari ini, tetapi juga mewariskan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang,” pungkasnya.
Menuju Kota yang Lebih Berkelanjutan
Capaian 1.000 liter minyak jelantah di Kelurahan Serua menjadi simbol perubahan kecil dengan dampak besar. Dari dapur rumah tangga, kesadaran lingkungan mulai tumbuh dan berkontribusi pada solusi nyata terhadap persoalan pencemaran.
Melalui program SERA MIJEL SAE, Kota Depok menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak selalu harus rumit dan mahal. Dengan pendekatan partisipatif, edukatif, dan berbasis nilai ekonomi, limbah rumah tangga dapat menjadi bagian dari solusi menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Baca Juga : KONI Depok Apresiasi Medali Perunggu Atlet Dayung SEA Games 2025
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : medianews

