Kemenhub Prediksi Mudik Lebaran Capai 143,9 Juta Orang
radarjawa.web.id Kementerian Perhubungan memperkirakan pergerakan masyarakat pada masa Mudik Lebaran akan kembali mencapai angka yang sangat besar. Berdasarkan survei terbaru, jumlah pemudik diprediksi menembus sekitar 143,9 juta orang, atau lebih dari separuh total penduduk Indonesia.
Angka ini menunjukkan bahwa tradisi mudik masih menjadi fenomena sosial terbesar di Tanah Air. Setiap tahun, jutaan orang bergerak secara serentak dari kota-kota besar menuju kampung halaman, menciptakan lonjakan mobilitas yang luar biasa.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa prediksi ini harus menjadi alarm bagi semua pihak untuk menyiapkan kapasitas transportasi secara maksimal.
Realisasi Bisa Lebih Tinggi dari Prediksi Survei
Menhub menjelaskan bahwa angka survei sering kali belum menggambarkan kondisi realisasi di lapangan. Pada periode Lebaran sebelumnya, pergerakan masyarakat yang tercatat melalui data Mobile Positioning Data (MPD) bahkan melampaui hasil survei.
Hal ini berarti jumlah pemudik pada Lebaran mendatang berpotensi lebih tinggi dari perkiraan awal. Jika mobilitas benar-benar meningkat, maka kepadatan lalu lintas dan tekanan pada sarana transportasi bisa semakin besar.
Karena itu, pemerintah menilai persiapan tidak boleh hanya berdasarkan angka prediksi, tetapi harus mengantisipasi skenario terburuk.
Mobil Pribadi Masih Jadi Moda Dominan
Salah satu perhatian utama Kemenhub adalah dominasi penggunaan mobil pribadi dalam arus mudik. Hasil survei menunjukkan sekitar 53 persen masyarakat memilih mobil pribadi sebagai moda transportasi utama.
Fenomena ini menjadi tantangan besar karena mobil pribadi cenderung menambah kepadatan jalan raya, terutama di jalur tol utama.
Mayoritas pengguna mobil pribadi diperkirakan akan melintasi koridor Jakarta–Cikampek, yang selama ini selalu menjadi titik kritis kemacetan saat Lebaran.
Jika tidak diatur dengan baik, lonjakan kendaraan pribadi dapat memicu antrean panjang, perlambatan ekstrem, bahkan risiko kecelakaan meningkat.
Jawa Barat Jadi Titik Kritis Arus Mudik Nasional
Kemenhub menyoroti Jawa Barat sebagai wilayah strategis sekaligus rawan kepadatan. Posisi Jawa Barat sangat penting karena menjadi daerah asal pergerakan terbesar, sekaligus jalur lintasan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dengan kata lain, Jawa Barat bukan hanya tempat keberangkatan pemudik, tetapi juga jalur utama yang dilewati jutaan kendaraan.
Kondisi ini menjadikan provinsi tersebut sebagai salah satu titik pengawasan paling krusial dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran.
Pemerintah pusat meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah agar pengelolaan arus mudik dapat berjalan lebih efektif.
Titik Rawan yang Jadi Fokus Pengawasan
Menhub menyampaikan bahwa ada beberapa titik rawan yang harus mendapatkan perhatian khusus selama periode mudik.
Beberapa di antaranya adalah:
- Pasar tumpah di jalur arteri mudik yang dapat mempersempit jalan
- Perlintasan sebidang yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan
- Kawasan wisata yang diprediksi padat setelah Lebaran
- Titik rawan bencana seperti banjir, longsor, hingga rob
Titik-titik tersebut sering menjadi penyebab kemacetan atau gangguan perjalanan, sehingga perlu pengawasan ekstra.
Rekayasa Lalu Lintas Jadi Kunci Antisipasi
Selain pengawasan, rekayasa lalu lintas juga menjadi strategi utama untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Pemerintah akan menyiapkan berbagai skema seperti:
- Sistem satu arah (one way) di jalur tol
- Contra flow untuk mengurai kepadatan
- Pengaturan jadwal keluar masuk kendaraan
- Pembatasan kendaraan berat pada waktu tertentu
Langkah-langkah ini bertujuan menjaga arus kendaraan tetap bergerak dan mencegah kemacetan total.
Koordinasi antara Kemenhub, kepolisian, operator tol, dan pemerintah daerah menjadi faktor penentu keberhasilan rekayasa lalu lintas.
Kesiapan Transportasi Lintas Moda
Kemenhub juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi lintas moda. Mudik tidak hanya bergantung pada kendaraan pribadi, tetapi juga melibatkan berbagai moda transportasi lain.
Pemerintah menyiapkan dukungan untuk:
- Angkutan darat seperti bus dan travel
- Kereta api sebagai moda favorit jarak jauh
- Transportasi laut dan penyeberangan antar pulau
- Penerbangan domestik yang meningkat saat Lebaran
- Pelabuhan dan terminal sebagai simpul mobilitas
Dengan kesiapan lintas moda, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan transportasi yang aman dan nyaman.
Imbauan untuk Masyarakat Agar Mudik Lebih Aman
Kemenhub mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan mudik dengan baik. Lonjakan pergerakan bisa menimbulkan risiko jika tidak diantisipasi.
Beberapa tips penting antara lain:
- Memilih waktu perjalanan yang tidak terlalu padat
- Memastikan kendaraan dalam kondisi prima
- Menggunakan transportasi umum jika memungkinkan
- Mematuhi aturan lalu lintas dan arahan petugas
- Menghindari perjalanan saat kondisi tubuh lelah
Mudik adalah momen penting, tetapi keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama.
Kesimpulan: Persiapan Maksimal untuk Mudik Skala Besar
Prediksi mudik Lebaran yang mencapai 143,9 juta orang menunjukkan betapa besarnya mobilitas masyarakat Indonesia. Jawa Barat menjadi titik kritis karena dominasi mobil pribadi dan padatnya jalur utama seperti Jakarta–Cikampek.
Kemenhub menegaskan bahwa persiapan harus dilakukan secara maksimal, mulai dari pengawasan titik rawan, rekayasa lalu lintas, hingga kesiapan transportasi lintas moda.
Dengan koordinasi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, arus mudik diharapkan dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman bagi semua pemudik.

Cek Juga Artikel Dari Platform capoeiravadiacao.org
