Dedi Mulyadi Dorong Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,20 Persen, Lampaui Rata-Rata Nasional
radarjawa.web.id Provinsi Jawa Barat kembali mencatatkan kinerja ekonomi yang mengesankan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada kuartal ketiga tahun ini mencapai 5,20 persen secara tahunan (year-on-year). Angka tersebut tidak hanya lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang berada di level 5,04 persen, tetapi juga menunjukkan kontribusi signifikan terhadap ekonomi Indonesia, yakni 12,73 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Pelaksana Tugas Kepala BPS Jawa Barat, Darwis Sitorus, menjelaskan bahwa pertumbuhan positif ini merupakan hasil dari sinergi antara kebijakan pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat. Berbagai program pembangunan yang dijalankan secara berkelanjutan dinilai mampu mendorong kinerja industri, memperkuat daya beli masyarakat, serta meningkatkan iklim investasi.
Kepemimpinan Dedi Mulyadi dan Fokus pada Ekonomi Rakyat
Salah satu figur yang mendapat sorotan dalam capaian ini adalah Dedi Mulyadi, tokoh Jawa Barat yang selama ini dikenal konsisten memperjuangkan pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan. Menurut sejumlah analis ekonomi daerah, Dedi berhasil membawa pendekatan baru dalam pembangunan ekonomi, yakni menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi modern.
Pendekatan tersebut terlihat dari upaya mendorong UMKM, koperasi, dan sektor pertanian rakyat agar bisa naik kelas. Melalui kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, Dedi turut menginisiasi berbagai program pelatihan wirausaha, pemberian akses permodalan, hingga digitalisasi usaha mikro di berbagai wilayah.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tidak hanya didorong oleh sektor besar seperti industri dan manufaktur, tetapi juga oleh pergerakan ekonomi rakyat yang makin kuat,” ujar Darwis.
Industri dan Investasi Jadi Penggerak Utama
Selain sektor UMKM, industri pengolahan dan investasi masih menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Barat. Kawasan industri seperti Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Cikarang terus menjadi magnet bagi investor asing maupun domestik.
Kawasan-kawasan tersebut menyumbang sebagian besar output industri nasional, terutama di bidang otomotif, elektronik, dan tekstil. Menurut data BPS, kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB Jawa Barat mencapai lebih dari 40 persen.
Pemerintah daerah juga mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, seperti Jalur Kereta Cepat, Tol Cisumdawu, dan Pelabuhan Patimban, yang diharapkan memperkuat daya saing logistik provinsi. Infrastruktur ini menjadi penopang penting bagi rantai pasok industri dan mempercepat konektivitas antarwilayah.
Sektor Pertanian dan Pariwisata Mulai Bangkit
Di luar kawasan industri besar, sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata turut menunjukkan perbaikan yang signifikan. Kabupaten seperti Subang, Sumedang, dan Garut mengalami peningkatan hasil produksi pertanian berkat dukungan program irigasi modern dan penggunaan pupuk organik.
Sementara itu, sektor pariwisata kembali menggeliat setelah sempat tertekan akibat pandemi. Destinasi unggulan seperti Lembang, Pangandaran, dan Ciwidey mengalami lonjakan kunjungan wisatawan domestik. Banyak hotel dan pelaku pariwisata lokal mengaku pendapatan mereka meningkat hingga dua kali lipat dibanding tahun lalu.
Dedi Mulyadi juga dikenal sebagai penggagas konsep wisata budaya berkelanjutan, yang menggabungkan keindahan alam dengan nilai-nilai tradisional. Konsep ini tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di sektor kreatif dan kuliner.
UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Kolaborasi
Salah satu kunci keberhasilan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat adalah meningkatnya daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia dan lembaga keuangan daerah, ribuan pelaku UMKM kini dapat mengakses pembiayaan digital, pelatihan manajemen bisnis, dan platform e-commerce lokal.
Pemerintah provinsi juga mendorong penggunaan QRIS dan sistem transaksi non-tunai di pasar-pasar rakyat serta toko kecil. Inovasi ini mempermudah masyarakat dalam bertransaksi dan membantu pelaku usaha mencatat pendapatan secara transparan.
Dengan meningkatnya produktivitas dan literasi digital, UMKM kini mampu memperluas pasar ke tingkat nasional bahkan ekspor. Hal ini memperkuat fondasi ekonomi lokal di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski capaian pertumbuhan ini membanggakan, tantangan tetap ada. Ketimpangan antarwilayah menjadi perhatian serius, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan. Kota-kota besar seperti Bandung, Bekasi, dan Depok mendominasi aktivitas ekonomi, sedangkan daerah selatan seperti Tasikmalaya dan Cianjur masih tertinggal dalam hal investasi dan infrastruktur.
Selain itu, peningkatan populasi dan urbanisasi cepat juga memicu persoalan baru seperti kemacetan, polusi, dan keterbatasan lahan produktif. Oleh karena itu, strategi pembangunan ke depan perlu lebih inklusif dengan memperhatikan keseimbangan lingkungan dan pemerataan ekonomi.
Prospek Ekonomi Jawa Barat ke Depan
Dengan basis industri yang kuat dan sektor rakyat yang dinamis, Jawa Barat memiliki peluang besar untuk terus tumbuh di atas rata-rata nasional. Apalagi, berbagai proyek strategis seperti kawasan Rebana Metropolitan dan pengembangan ekonomi digital akan memperkuat posisi provinsi ini sebagai pusat ekonomi Indonesia bagian barat.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi tidak diukur hanya dari angka pertumbuhan, tetapi dari pemerataan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap Jawa Barat menjadi contoh bagaimana pembangunan dapat berjalan seimbang antara kemajuan industri dan kemandirian rakyat.
“Pertumbuhan ekonomi harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Dari petani di pelosok hingga pekerja industri di kota besar, semuanya berhak menikmati hasil pembangunan,” ujarnya dalam salah satu kesempatan.
Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, Jawa Barat kini menegaskan posisinya sebagai provinsi yang bukan hanya maju secara ekonomi, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan.

Cek Juga Artikel Dari Platform medianews.web.id
