Farhan: West Java Festival Bukti Sinergi dan Inovasi Pariwisata Jawa Barat
radarjawa.web.id Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa penyelenggaraan West Java Festival (WJF) menjadi bukti nyata sinergi dan inovasi pariwisata di Jawa Barat.
Festival ini menampilkan perpaduan budaya, kreativitas, dan kolaborasi lintas sektor untuk memajukan ekonomi daerah berbasis kearifan lokal.
Pembukaan acara berlangsung meriah di Kiara Artha Park, menampilkan berbagai atraksi budaya khas Sunda. Di antaranya seren taun, Lais Kasepuhan Sinar Resmi, serta parade seni yang menggambarkan keragaman budaya masyarakat Jawa Barat.
Farhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan festival tahunan tersebut. “Kami mewakili seluruh kepala daerah se-Jawa Barat mengucapkan selamat datang kepada seluruh pengunjung dan peserta. Penyelenggaraan tahun ini sangat luar biasa,” ujarnya.
Dukungan Pemerintah Provinsi dan Semangat Kearifan Lokal
Farhan menuturkan bahwa kesuksesan West Java Festival tidak lepas dari dukungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Ia menyebut Gubernur berperan penting dalam mendorong visi pembangunan yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
“Festival ini mencerminkan semangat cager, bager, bener, pinter, dan singer yang menjadi fondasi masyarakat Jawa Barat. Ini bukti bahwa kolaborasi dan kreativitas mampu menggerakkan ekonomi sekaligus melestarikan budaya,” kata Farhan.
Ia menilai, West Java Festival bukan sekadar acara hiburan, tetapi bentuk nyata inovasi dalam membangun sektor pariwisata berkelanjutan.
Melalui kegiatan semacam ini, daerah mampu menampilkan potensi uniknya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Kolaborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Dalam sambutannya, Farhan menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta sektor swasta yang turut berperan dalam penyelenggaraan acara.
“Kehadiran semua pihak menunjukkan bahwa pariwisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dunia usaha dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam membangun destinasi berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai tuan rumah, Kota Bandung menjadi etalase kebanggaan yang menampilkan kekayaan budaya dan semangat inovasi Jawa Barat. Farhan memastikan Bandung akan terus berkomitmen mendukung penyelenggaraan acara budaya dan ekonomi kreatif.
“Bandung bukan hanya lokasi acara, tapi pusat energi kreatif Jawa Barat. Melalui festival ini, kami membuktikan bahwa budaya dan inovasi bisa berjalan seiring menuju kemajuan,” tambahnya.
Apresiasi dari Pemerintah Pusat
Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Akuntabilitas dan Hukum, Bambang Andika, turut memberikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara.
Menurutnya, West Java Festival menjadi salah satu acara unggulan Karisma Event Nusantara (KEN), program nasional yang menyoroti kegiatan budaya daerah berkualitas.
“WJF adalah contoh nyata bagaimana budaya dapat tampil modern tanpa kehilangan identitasnya. Ini bukti sinergi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam membangun pariwisata berkelanjutan,” ujar Bambang.
Ia menambahkan bahwa tema tahun ini, “Gapura Panca Waluya”, menggambarkan semangat harmoni antara budaya, kreativitas, dan keberlanjutan.
Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan inovatif seperti Challenge Wellness Zone, Pawon Jawa Barat, Edu Cultural Showcase, dan Skill & Performance Lawn, yang menonjolkan aspek ramah lingkungan dan inklusif.
Dampak Ekonomi dan Dukungan bagi UMKM
Selain sebagai ajang budaya, West Java Festival juga memberi dampak positif bagi sektor ekonomi kreatif dan pelaku usaha lokal.
Pada kesempatan itu, dilakukan penyerahan simbolis berbagai sertifikat yang menunjukkan keberhasilan pembinaan ekonomi daerah.
Di antaranya, 1.000 sertifikat Hak Merek, 321 Sertifikat Halal, 100 PT Perorangan, 5 HACCP, serta 17 Koperasi Sehat diserahkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat.
Langkah ini menjadi bukti bahwa WJF tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Acara seperti ini mampu menjadi wadah promosi UMKM. Mereka bisa memperluas jaringan sekaligus memperkenalkan produk lokal ke pasar nasional,” jelas Farhan.
Kehadiran Tokoh dan Hiburan Nasional
Pembukaan festival juga dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Wali Kota Cimahi, Bupati Bandung Barat, Wakil Wali Kota Sukabumi, dan Wakil Bupati Tasikmalaya.
Dua anggota DPD RI asal Jawa Barat turut hadir untuk memberikan dukungan terhadap kemajuan sektor pariwisata daerah.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran musisi nasional seperti The Changcuters, Kunto Aji, dan King Nassar. Penampilan mereka menambah daya tarik bagi ribuan pengunjung yang memadati area Kiara Artha Park.
Bandung sebagai Simbol Kreativitas Jawa Barat
Farhan menegaskan bahwa Bandung akan terus memperkuat perannya sebagai kota kreatif dan budaya.
Menurutnya, keberhasilan West Java Festival menunjukkan bagaimana ide lokal bisa dikemas secara modern tanpa meninggalkan nilai tradisi.
“Festival ini membuktikan bahwa Jawa Barat memiliki potensi luar biasa dalam pariwisata budaya. Kolaborasi menjadi kunci agar semua potensi bisa diangkat ke level nasional,” katanya.
Farhan juga mengapresiasi kerja keras Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat yang berkolaborasi dengan Pemkot Bandung dan detikcom dalam penyelenggaraan acara ini.
“Sinergi seperti ini harus terus diperkuat agar pariwisata Jawa Barat semakin berdaya saing,” tambahnya.
Kesimpulan: Sinergi untuk Pariwisata Berkelanjutan
West Java Festival bukan sekadar ajang hiburan tahunan. Acara ini menjadi simbol kemajuan pariwisata Jawa Barat yang menggabungkan nilai budaya, kreativitas, dan inovasi ekonomi.
Dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat, membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci keberhasilan pembangunan sektor pariwisata.
Melalui kegiatan ini, Jawa Barat menunjukkan identitasnya sebagai provinsi yang kaya budaya, berdaya saing tinggi, dan terbuka terhadap inovasi.
Sebagai tuan rumah, Kota Bandung meneguhkan diri sebagai jantung energi kreatif Jawa Barat. Dengan semangat kebersamaan, West Java Festival menjadi bukti bahwa warisan budaya dapat menjadi motor penggerak ekonomi modern, sekaligus inspirasi bagi pembangunan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Cek Juga Artikel Dari Platform beritabandar.com
